ARTIKEL PROJECT 3 PENGUSAHA SUKSES.
Assalamualaikum Wr,Wb
Berhubungan dengan
dipelajarinya kuliah BP4 saat ini, yang mempelajari tentang bisnis perusahaan Jasa, Retail dan Produksi. Tetapi kali ini saya akan membahas tentang Pengusaha Sukses yang minimal
telah dilakukan selama kurang lebih 3 tahun. Dengan ini saya membuat artikel tentang materi yang sudah dipresentasikan
oleh kelompok saya sendiri, yaitu seorang
pengusaha sukses yang wawancaranya
dilakukan di BATIK BLIMBING MALANG.
Batik
Blimbing Malang adalah salah satu batik tulis malang, yang masih diproduksi
secara Home Industri yang membuat atau masih memproduksi sendiri dengan kain
batik tulis khas malang yang berkualitas. Batik tulis malang ini beralamat di Jl.
Candi Jago no.6 Malang – Jawa Timur.
Menurut ibu Ima
(30) sebagai pengelola usaha Batik Blimbing, menjelaskan bahwa terdapat dua
motif batik yang menjadi ciri khas Batik Blimbing. Diawali dengan motif buah
Blimbing yang sesuai dengan nama usahanya yaitu batik blimbing malang.
Namun dengan berjalannya waktu, untuk mengangkat kota Malang
yang juga terkenal dengan Topeng Malangan, sehingga kemudian dibuatlah desain
motif batik Topeng Malangan sebagai icon Kota Malang. “Selain motif
blimbing dan topeng Malangan, terdapat pula motif bunga dan juga
ornamen,”lanjutnya.
Ibu Ima menceritakan bahwa usaha batik ini dirintis oleh Ibunya
yaitu ibu
Wiwik Niarti (51) pada
tahun 2009. Dulu pada tahun tersebut Ibunya mengikuti pelatihan batik tulis di
Blimbing yang diadakan oleh pemerintah. Pelatihan tersebut diadakan Pemerintah
Kota Malang untuk meningkatkan potensi dan perekonomian warga Blimbing melalui
Ibu-ibu PKK. Dari situ kemudian ibu Wiwik Niarti bersama dengan Ibu-ibu PKK yang lain memulai usaha
Batik Tulis.
Namun karena kendala personal dari Ibu-ibu PKK, akhirnya Ibu-ibu
ini lepas satu persatu. Karena usaha batik tulis blimbing sudah berjalan,
akhirnya ibu
Wiwik Niarti pada
sekitar tahun 2010 memberanikan diri untuk terus menekuni usaha batik tulis
secara mandiri yang kini menjadi usaha keluarga.
Setiap anggota keluarganya memiliki tugas dan peran
masing-masing. Ibunya selain sebagai pemilik, juga berperan sebagai desainer.
Sedangkan Ayahnya bertugas sebagai administrasi dan ibu Ima berperan sebagai pengelola yang bertanggung
jawab mulai dari produksi sampai dengan pemasaran, ucapnya.
Untuk cara pemasarannya sendirinya biasa menggunakan media online, pameran dan juga
bekerjasama dengan pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah
Provinsi. Untuk produksi Batik Tulis Blimbing selain sudah dipasarkan di
wilayah Indonesia, juga sudah menembus pasar Thailand, Singapura dan juga
Malaysia meskipun kapasitas pemesanannya belum terlalu banyak.
Karena Batik Blimbing merupakan Batik tulis yang biaya
produksinya cukup tinggi sehingga harga kain batiknya lebih mahal dibanding
jenis batik yang lain.
“Harga satu potong kain batik dengan ukuran 225 cm berkisar Rp.
300.000 -500.000 per potongnya, untuk omzetnya sendiri per bulan kurang lebih
Rp. 10.000.000,” jelasnya.
Selain menjual batik, ibu Ima juga sering mengadakan pelatihan pembuatah batik yang sering
diikuti oleh orang-orang dari Mancanegara. “Banyak orang-orang dari Mancanegara yang sengaja datang kesini
untuk belajar cara membatik,” ucapnya.
Selain itu untuk cerita manis dan pahitnya
dari awal usaha ibu Ima ini yaitu, ibu Ima sendiri mengatakan kepada kami waktu
kami mewawancarai nya beliau berkata bahwa tidak ada cerita yang pahit, semua
cerita yang dialami oleh ibu Ima menurutnya manis semua. Ibu Ima berkata
seperti itu mungkin, sebenernya untuk cerita pahit tetap ada didalam seseorang
melakukan usaha namun oleh ibu Ima semua dari cerita pahit itu dijadikan manis
dan dibuat sebagai pengalaman dan untuk menuntun kedepannya akan lebih baik
mapun bagus lagi di kalangan masyarakat Blimbing sendiri, maupun manca negara.
Untuk memproduksi Batik Tulis Blimbing setiap harinya dia
dibantu oleh delapan orang karyawan yang sebagian berasal dari masyarakat
sekitar dan sebagiannya lagi dari Mahasiswa pekerja paruh waktu.
VISI
:
Melestarikan dan mengedukasi semua kalangan masyarakat
khususnya kalangan muda.
MISI
:
-
Mengadakan
pelatihan cara menenun batik.
-
Mengembangkan
usaha yang sudah dikelola.
Menurut ibu
Ima, apresiasi masyarakat Malang sendiri terhadap batik terutama batik tulis
hingga saat ini masih kurang, sehingga kebanyakan pelangganya saat ini justru
berasal dari luar kota. Meskipun sekarang cukup banyak terlihat anak-anak muda
yang menggunakan batik, namun kebanyakan dari mereka menggunakan batik printing
dengan harga yang dapat mereka jangkau.
“Dimana batik printing sebenarnya bukan merupakan batik aslin
buatan tangan, namun buatan mesin. Mesinnya sendiri kebanyak dibeli dari luar
negeri, sehingga bisa dikatakan batik printing merupakan batik buatan luar
negeri.
Dan ini pesan dari ibu Ima
untuk pengusaha baru yang akan melakukan usaha, “Untuk calon pengusaha baru,
yang pertama harus disiapkan adalah niat dan mental karena sebetulnya yang
lebih pelu diperhatikan bukan persaingan di dunia usahanya, tetapi persaingan
mental kita kuat atau tidak untuk menghadapi dunia usaha tersebut.”
Dan inilah sedikit review
dari saya tentang Pengusaha Sukses yang
dilakukan oleh pengusaha Home Industri Batik Blimbing Malang. Semoga bermanfaat
dan jangan lupa berkunjung ke website asia ya di www.asia.ac.id
#kampuskeren
#stieasia
#businesspractice
#bp
#malang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar