Kamis, 24 Mei 2018



ARTIKEL PROJECT 3 PENGUSAHA SUKSES.


Assalamualaikum Wr,Wb
            Berhubungan dengan dipelajarinya kuliah BP4 saat ini, yang mempelajari tentang bisnis perusahaan Jasa, Retail dan Produksi. Tetapi kali ini saya akan membahas tentang Pengusaha Sukses yang minimal telah dilakukan selama kurang lebih 3 tahun. Dengan ini saya membuat artikel tentang materi yang sudah dipresentasikan oleh kelompok saya sendiri, yaitu seorang pengusaha sukses  yang wawancaranya dilakukan di BATIK BLIMBING MALANG.
Batik Blimbing Malang adalah salah satu batik tulis malang, yang masih diproduksi secara Home Industri yang membuat atau masih memproduksi sendiri dengan kain batik tulis khas malang yang berkualitas. Batik tulis malang ini beralamat di Jl. Candi Jago no.6 Malang – Jawa Timur.
Menurut ibu Ima (30) sebagai pengelola usaha Batik Blimbing, menjelaskan bahwa terdapat dua motif batik yang menjadi ciri khas Batik Blimbing. Diawali dengan motif buah Blimbing yang sesuai dengan nama usahanya yaitu batik blimbing malang.
Namun dengan berjalannya waktu, untuk mengangkat kota Malang yang juga terkenal dengan Topeng Malangan, sehingga kemudian dibuatlah desain motif batik Topeng Malangan sebagai icon Kota Malang. “Selain motif blimbing dan topeng Malangan, terdapat pula motif bunga dan juga ornamen,”lanjutnya.


Ibu Ima menceritakan bahwa usaha batik ini dirintis oleh Ibunya yaitu ibu Wiwik Niarti (51) pada tahun 2009. Dulu pada tahun tersebut Ibunya mengikuti pelatihan batik tulis di Blimbing yang diadakan oleh pemerintah. Pelatihan tersebut diadakan Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan potensi dan perekonomian warga Blimbing melalui Ibu-ibu PKK. Dari situ kemudian ibu Wiwik Niarti bersama dengan Ibu-ibu PKK yang lain memulai usaha Batik Tulis. 
Namun karena kendala personal dari Ibu-ibu PKK, akhirnya Ibu-ibu ini lepas satu persatu. Karena usaha batik tulis blimbing sudah berjalan, akhirnya ibu Wiwik Niarti pada sekitar tahun 2010 memberanikan diri untuk terus menekuni usaha batik tulis secara mandiri yang kini menjadi usaha keluarga.


Setiap anggota keluarganya memiliki tugas dan peran masing-masing. Ibunya selain sebagai pemilik, juga berperan sebagai desainer. Sedangkan Ayahnya bertugas sebagai administrasi dan ibu Ima berperan sebagai pengelola yang bertanggung jawab mulai dari produksi sampai dengan pemasaran, ucapnya.

Untuk cara pemasarannya sendirinya biasa menggunakan media online, pameran dan juga bekerjasama dengan pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah Provinsi. Untuk produksi Batik Tulis Blimbing selain sudah dipasarkan di wilayah Indonesia, juga sudah menembus pasar Thailand, Singapura dan juga Malaysia meskipun kapasitas pemesanannya belum terlalu banyak.


Karena Batik Blimbing merupakan Batik tulis yang biaya produksinya cukup tinggi sehingga harga kain batiknya lebih mahal dibanding jenis batik yang lain. 

“Harga satu potong kain batik dengan ukuran 225 cm berkisar Rp. 300.000 -500.000 per potongnya, untuk omzetnya sendiri per bulan kurang lebih Rp. 10.000.000,” jelasnya.
Selain menjual batik, ibu Ima juga sering mengadakan pelatihan pembuatah batik yang sering diikuti oleh orang-orang dari Mancanegara. “Banyak orang-orang dari Mancanegara yang sengaja datang kesini untuk belajar cara membatik,” ucapnya.

Selain itu untuk cerita manis dan pahitnya dari awal usaha ibu Ima ini yaitu, ibu Ima sendiri mengatakan kepada kami waktu kami mewawancarai nya beliau berkata bahwa tidak ada cerita yang pahit, semua cerita yang dialami oleh ibu Ima menurutnya manis semua. Ibu Ima berkata seperti itu mungkin, sebenernya untuk cerita pahit tetap ada didalam seseorang melakukan usaha namun oleh ibu Ima semua dari cerita pahit itu dijadikan manis dan dibuat sebagai pengalaman dan untuk menuntun kedepannya akan lebih baik mapun bagus lagi di kalangan masyarakat Blimbing sendiri, maupun manca negara.
Untuk memproduksi Batik Tulis Blimbing setiap harinya dia dibantu oleh delapan orang karyawan yang sebagian berasal dari masyarakat sekitar dan sebagiannya lagi dari Mahasiswa pekerja paruh waktu.

VISI :
Melestarikan dan mengedukasi semua kalangan masyarakat khususnya kalangan muda.

MISI :
-          Mengadakan pelatihan cara menenun batik.
-          Mengembangkan usaha yang sudah dikelola.

Menurut ibu Ima, apresiasi masyarakat Malang sendiri terhadap batik terutama batik tulis hingga saat ini masih kurang, sehingga kebanyakan pelangganya saat ini justru berasal dari luar kota. Meskipun sekarang cukup banyak terlihat anak-anak muda yang menggunakan batik, namun kebanyakan dari mereka menggunakan batik printing dengan harga yang dapat mereka jangkau. 
“Dimana batik printing sebenarnya bukan merupakan batik aslin buatan tangan, namun buatan mesin. Mesinnya sendiri kebanyak dibeli dari luar negeri, sehingga bisa dikatakan batik printing merupakan batik buatan luar negeri.

Dan ini pesan dari ibu Ima untuk pengusaha baru yang akan melakukan usaha, “Untuk calon pengusaha baru, yang pertama harus disiapkan adalah niat dan mental karena sebetulnya yang lebih pelu diperhatikan bukan persaingan di dunia usahanya, tetapi persaingan mental kita kuat atau tidak untuk menghadapi dunia usaha tersebut.”
Dan inilah sedikit review dari saya tentang Pengusaha Sukses  yang dilakukan oleh pengusaha Home Industri Batik Blimbing Malang. Semoga bermanfaat dan jangan lupa berkunjung ke website asia ya di www.asia.ac.id

#kampuskeren
#stieasia
#businesspractice
#bp
#malang




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

VLOG UAS INDIVIDU TAMAN SAFARI INDONESIA II.

Artikel Project 4 - Taman Safari Indonesia II Prigen - Business Practice 4 Taman Safari Indonesia II Prigen Pasuruan Assalamuall...