Kamis, 22 Maret 2018

BUSINESS ENTITIES & BUSINESS MODEL.

KULIAH TAMU BUSINESS PRACTICE 4 STIE ASIA 2018



Assalamualaikum Wr,Wb

Di awal masuk Semester Genap kami mendapatkan materi yang berhubungan dengan Bisnis – bisnis, yaitu materi Business Practice 4 yang pada pertemuan ke 2 (dua) diadakan kuliah tamu pada hari Kamis tanggal 22 Maret 2018. Dengan judul BUSINESS ENTITIES & BUSINESS MODEL oleh Benaya V.Jaya Dipl – Ing.

       Maka dari itu saya akan sedikit mengulas apa yang disampaikan di kuliah tamu oleh bapak Benaya V.Jaya Dipl – Ing, yang akan saya ulas di artikel kali ini.

Sebelum kita membangun bisnis kita perlu mengetahui macam – macam dan model bisnis, sedangkan di Indonesia untuk saat ini sudah memiliki 3 (tiga) badan usaha atau disebut juga Entities di Indonesia yaitu yang pertama ada :

1. BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) yang di dirikan dan di modali oleh beberapa orang yang bergerak di bidang swasta, bukan hanya itu BUMS juga diikuti oleh badan – badan lain seperti : 
1. Perseroan yaitu di dirikan dan dimodali oleh pihak perseorangan.
2. Firma yaitu di dirikan oleh 22 orang dengan tanggung jawab bersama.  
3. Perseroan Komanditas (CV) yaitu dengan modal dari saham Struktur Komanditer Aktif dan Pasif.
4.  Perseroan Terbatas (PT) yaitu dengan modal dari saham Struktur Direksi dan Komisaris RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Badan usaha yang kedua yaitu :
2. BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yaitu dengan modal sebagian atau seluruhnya dari Negara dan untuk negara (UU no.19 : 2003), BUMN ini juga di ikuti oleh badan lain yaitu :
1.      Perjan (Perusahaan Jawatan) di dalam Perjan BUMN bagian kementrian pegawainya PNS (ditiadakan sejak 2005).
2.      Perum (Perusahaan Umum) BUMN untuk kepentingan umum (Bulog).
3.      Persero (Perusahaan Perseorangan) BUMN yang berbentuk PT minimal yaitu 51% modal negara berorientasi laba (Pertamina, PLN). Sedangkan badan usaha yang ketiga yaitu :

3. KOPERASI yaitu didirikan oleh setidaknya 220 orang yaitu dalam bidang Kosumsi/Jasa/Simpan Pinjam (UU no.17 : 2012).

Selain membahas tentang badan usaha yang ada saat ini bapak Benaya V.Jaya Dipl – Ing, juga membahas tentang Sifat Bisnis atau Business Modal dari sifat bisnis sendiri yaitu ada 3 (tiga) sifat yaitu:
1.      Jasa (Service).
2.      Produksi (Production).
3.      Retail (Retail).



BUSINESS MODEL CANVAS

  1. Key Partners
  2. Key Activities
  3. Key Resources
  4. Value Propositions
  5. Customer Relationship
  6. Channels
  7. Customer Segments
  8. Revenue Streams
  9. Cost Structure

SYARAT EKSPOR

  1. Memiliki Badan Usaha
  2. Memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  3. Memiliki Izin

DOKUMEN EKSPOR YANG DIPERLUKAN

  1. Invoice (bukti pembelian/faktur)
  2. Packing List (daftar barang dan beratnya)
  3. Bill of Lading (dokumen pengapalan/perjalanan)
  4. COO (Certificate Of Origin / surat keterangan asal)
  5. PEB (pemberitahuan ekspor barang ke Bea Cukai)
  6. Origin Declaration, menjelaskan asal presentasi bahan baku
  7. Declaration of Inggridient, daftar bahan baku dan presentasenya
  8. Manufacturer Declaration, pernyataan dari produsen

Sedangkan didalam bahasan sifat bisnis ini yaitu perusahaan bapak Benaya V.Jaya Dipl – Ing sendiri bergerak dalam bidang Jasa (Service) EKSPOR Biskuit yang biskuit tersebut di ekspor ke negara AUSTRALIA dan NEW ZEALAND alasan mengapa bapak Benaya hanya mengekspor ke 2 (dua) negara tersebut padahal di dua negara tersebut adalah negara yang berkependudukan sedikit di bandikan di negara sendiri (Indonesia), yaitu dikarenakan di kedua Negara tersebut setiap harinya sudah terbiasa memakan Biskuit entah itu untuk sarapan pagi, makan siang atau pada saat lagi bersantai, sedangkan di Indonesia sendiri warga Negara nya kurang senang mengkonsumsi Biskuit maka dari itu bapak Benaya V.Jaya menjalankan bisnisnya lebih ke Ekspor ke dalam dua Negara diatas tersebut.

Hambatan - hambatan dalam melengkapi dokumen.
 Untuk hambatannya yaitu yang dilakukan harus ada kesesuaian antara barang yang dikirim dengan apa yang ditulis didalam dokumen, dan selama dokumen tersebut sudah lengkap dan sesuai prosedur maka untuk resiko timbulnya suatu kesulitan kepengurusan di BEA CUKAI akan kecil, untuk pengiriman awal perusahaan kita menggunakan jasa orang yang sudah berpengalaman.

Cara menangani apabila barang datang terlambat.
Jadi menurut bapak Benaya V.Jaya yaitu di dalam sales contract, yaitu sebelumnya sudah ada perjanjian bersama yang dilakukan antar dua belah pihak perusahaan yang akan bekerja sama dengannya dan perjanjian tersebut bukan hanya perjanjian jual beli saja maka dari itu apabila ada sebuah kendala maka karena sebelumnya sudah ada perjanjian sehingga barang kita bisa ter - protect.


#kampuskeren
#bp
#businesspractice
#stieasia
#malang
  
Untuk teman - teman yang ingin mengetahui tentang bisnis atau pemaparan yang lainnya teman - teman bisa langsung berkunjung ke website Kampus ASIA di www.asia.ac.id.

Semoga artikel yang saya buat ini bermanfaat bagi teman - teman😊 dan jangan lupa ya kunjungi Website Kampus ASIA yang tertera di atas ya.



DOKUMENTASI KULIAH TAMU :

Bapak Benaya V.Jaya Dipl-Ing


Suasana kuliah tamu bp4 kamis 22 maret 2018


Sesi tanya jawab oleh Avina

 
Sesi tanya jawab oleh Fadli

1 komentar:

VLOG UAS INDIVIDU TAMAN SAFARI INDONESIA II.

Artikel Project 4 - Taman Safari Indonesia II Prigen - Business Practice 4 Taman Safari Indonesia II Prigen Pasuruan Assalamuall...